Cek Nama Domain Anda

Cek Nama Domain ?

Online Support

 

 

SLINK

Surat dari Bayi Aborsi

image

 

Mama sayang,
Aku di surga sekarang, duduk di
pangkuan Tuhan.
Ia mengasihiku dan menangis bersamaku sebab pedih pilu hatiku. Begitu ingin aku
menjadi putri mungil mu.
Tidak terlalu mengerti aku akan apa yang telah terjadi. Aku begitu bergairah ketika mulai
menyadari keberadaanku. Aku ada di suatu tempat yang gelap, namun nyaman. Aku melihat aku
punya jari- jari dan
jempol. Aku cantik seturut perkembanganku, tapi belum siap meninggalkan
tempatku.

Aku menghabiskan sebagian besar
waktuku dengan berpikir atau tidur. Bahkan sejak
hari-hari pertamaku, aku merasakan ikatan istimewa antara
engkau dan aku.

Kadang aku mendengarmu menangis, dan aku menangis bersamamu.
Kadang engkau berteriak dan memaki, lalu aku menangis.
Aku dengar Papa memaki balik.
Aku sedih dan berharap engkau akan segera baik kembali.

Aku heran mengapa engkau begitu sering menangis.
Suatu hari engkau menangis hampir sepanjang hari.
Pilu hatiku karenanya.
Tak dapat kubayangkan mengapa engkau begitu berduka.
Pada hari itu juga, hal yang paling
mengerikan terjadi.

Suatu monster yang amat keji masuk ke tempat hangat dan nyaman di mana aku berada.
Aku sangat takut, aku mulai menjerit, tapi tak sekalipun engkau berusaha menolong.
Mungkin engkau tak pernah mendengarku........
Monster itu semakin lama semakin dekasementara
aku terus berteriak, "Mama, Mama, tolong aku.....,

Mama......tolong aku."
Suatu teror yang ngeri aku rasakan. Aku berteriak
dan berteriak.......hingga tak sanggup lagi.
Lalu monster itu mulai mencabik lenganku.
Sungguh sakit rasanya, sakit yang tak kan pernah dapat
kuungkapkan dengan kata. Monster itu tidak
berhenti. Oh....bagaimana aku harus mohon agar ia
berhenti. Aku menjerit sekuat tenaga sementara ia mencabik putus kakiku.

Sepenuhnya aku dalam kesakitan, aku sekarat.
Aku tahu tak kan pernah aku melihat wajahmu atau
mendengarmu membisikkan betapa engkau mengasihiku.
Aku ingin menghapus butir-butir air matamu.
Aku punya begitu banyak rencana untuk membuatmu bahagia,

Mama....Tapi aku tak dapat.
Mimpi-mimpiku musnah sudah.
Walau menanggung sakit tak terperi pedih dan pilunya hati kurasakan melampaui segalanya.
Lebih dari segalanya aku ingin menjadi putrimu.
Tak ada gunanya sekarang, aku
meregang nyawa dalam sengsara tak terkatakan. Hanya hal-
hal buruk yang terlintas di benakku. Begitu ingin aku
mengatakan bahwa aku mengasihimu, sebelum
aku pergi. Tapi, aku tak tahu kata-kata yang dapat engkau mengerti.
Dan segera saja, aku tak lagi punya napas untuk
mengatakannya; aku mati.
Aku merasa diriku terangkat, seorang malaikat besar membawaku ke suatu tempat yang besar dan indah. Aku masih menangis, tapi segala rasa
sakit tubuhku sirna sudah. Malaikat membawaku kepada Tuhan dan membaringkanku
dalam pelukan Nya.

Tuhan mengatakan bahwa Ia
mencintaiku.
Lalu, aku merasa bahagia. Kutanya pada- Nya, apa itu yang
membunuhku.
Jawab-Nya,
"Aborsi, Aku menyesal anak-Ku; karena Aku tahu bagaimana ngeri rasanya."
Aku tidak tahu apa itu aborsi; Aku pikir mungkin nama monster itu.
Aku menulis untuk mengatakan betapa aku mengasihimu......dan mengatakan padamu betapa
ingin aku menjadi putri mungilmu.

Aku telah berjuang sehabis-habisnya untuk hidup,
aku ingin hidup......! Kuat keinginanku, tapi aku tak
mampu; monster itu terlalu kuat...Dicabik- cabiknya
lengan dan kakiku dan akhirnya seluruh tubuhku.....
Tak mungkin bagiku untuk hidup.

Aku hanya ingin engkau tahu bahwa aku berusaha tinggal
bersamamu. Aku tidak mau mati! Juga Mama,
berhati-hatilah terhadap monster
bernama aborsi itu.

Mama aku mengasihimu.....Aku sedih engkau harus
menanggung rasa sakit seperti yang kualami.
Berhati-hatilah,

Peluk cium,
Bayi Perempuanmu.

Note : bacanya smbil dgrin lagu The Spirit Carries On - Dream Theater ya sobat .

+pena aksara+

http://www.facebook.com/pages/JANGAN-CINTAI-AKU-DENGAN-KEBOHONGANMU/381058518623980

 

baca artikel terkait 

Gaya Hidup Remaja Masa Kini Yang Hedonis. Dari Rokok, Narkoba Hingga Sex Bebas.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 MYBOYOLnetwork · All Rights Reserved